Siapakah di antara orang-orang yang beriman tapi tetap kafir itu ?.
Pertanyaan di atas cukup menarik sebab bukankah orang-orang beriman adalah mereka yang meyakini
keberadaan ALLAH SWT, meyakini Al Quran sebagai kitab Allah SWT dengan segala isinya yang tidak diragukan. Orang-orang yang beriman adalah mereka
yang tahu dan meyakini semua isi yang tercantum pada Rukun Iman.
Benarkah dengan meyakini rukun iman seseorang sudah dapat digolongkan sebagai orang yang beriman ?.
Sudah tentu !.
Lantas apakah seseorang yang beriman akan keberadaan Allah sudah merupakan jaminan untuk masuk Syurga ?.
Belum tentu ...!
Seseorang yang beriman bukanlah jaminan untuk dapat masuk ke dalam Syurganya ALLAH SWT.....,mengapa ?.
Iblis sampai hari ini juga masih beriman, bahkan Iblis lebih beriman dalam tanda petik "lebih percaya"
pada keberadaan ALLAH SWT daripada manusia. Betapa tidak, Iblis bahkan pernah berdialog langsung dengan ALLAH SWT.
Ini terjadi pada kisah awal kejadian manusia.
Nah Ini menarik untuk dicermati saudaraku. Coba kita fokus pada arti dari kata "beriman" itu sendiri.
Bukankah beriman itu artinya "percaya". Banyak saudara-saudara kita di muka bumi ini percaya kepada
keberadaan ALLAH SWT, percaya kepada semua yang tertera pada rukun Iman namun apa yang terjadi,
mereka hanya sekedar percaya, akhlak dan kebiasaanya tidak mencerminkan sebagai seorang
Muslim sejati.Mereka masih sering menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan golongan.
Mereka masih mengutamakan keduniawian belaka bahkan masih banyak orang yang mengaku beriman tapi masih memper'Tuhan'kan sesuatu selain ALLAH SWT.
Masih banyak di antara saudara-saudara kita menyatakan diri beriman tapi hanya sekedar beriman, dalam
tanda petik "hanya sekedar percaya" akan keberadaan ALLAH SWT tapi tidak melaksanakan sunnah Rasul dan perintah Agama.
Orang-orang yang seperti ini tidak lebih tinggi derajatnya daripada Iblis.Mereka adalah golongan orang beriman yang munafik dan tetap kafir !.
Mari simak dan renungkan sepotong ayat dari Al Quran sbb: